Home » Media

Category Archives: Media

PANDANGAN MEDIA DAN PERUBAHAN SOSIAL

Wilbert Moore (1963) mendefinisikan perubahan sosial sebagai perubahan penting dari stuktur sosial dan yang dimaksud dengan struktur sosial adalah pola-pola perilaku dan interaksi sosial. Demikian juga Selo Soemardjan (1982) berpendapat bahwa perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga sosial di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap-sikap dan pola-pola perikelakuan diantaranya kelompok-kelompok yang ada di masyarakat (Soejono 1981, 18).

Demikian dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial dalam suatu kajian untuk melihat dan mempelajari tingkah laku masyarakat dalam kaitannya dengan perubahan. Perubahan sosial juga perubahan pada struktur dan hubungan sosial. Suatu proses berubahnya struktur di dalam masyarakat meliputi pola pikir, sikap, serta kehidupan sosial untuk mendapatkan kehidupan yang lebih maju dan bermartabat. Pada dasarnya masyarakat akan mengalami perubahan dalam hidupnya. Adanya perubahan tersebut dapat kita ketahui ketika melakukan suatu perbandingan pada masa tertentu dengan keadaan dengan masyarakat pada masa lampau.

Perubahan sosial dapat bersumber pada masyarakat itu sendiri, antara lain bertambah atau berkurangnya penduduk, penemuan-penemuan baru, pertentangan-pertentangan dan terjadinya revolusi dan perubahan sosial yang bersumber pada sebab-sebab yang berasal dari luar berupa peperangan dan pengaruh kebudayaan masyarakat. Selain itu, penyebab perubahan sosial yaitu karena adanya media sosial yang terus berkembang di tengah-tengah masyarakat. Media sosial tersebut seperti penyiaran radio, televisi, media internet, dan media cetak. Adanya media sosial mempengaruhi pola pikir, perilaku, dan pandangan masyarakat terhadap objek yang disiarkan oleh media-media tersebut.

Di dalam masyarakat kita saat ini, banyak sekali  media yang berpengaruh terhadap perubahan sosial. Contoh dari media sosial yang mempengaruhi perubahan sosial yaitu facebook, twitter, instagram, path, G+ dan masih banyak lagi lainnya yang ada di lingkungan sekitar kita. Apalagi di Indonesia sendiri, masyarakat kita benar-benar menggilai media sosial yang ada. Salah satu yang paling digemari oleh masyarakat Indonesia yaitu Facebook. Apa saja yang ada di kehidupan dituangkan ke dalam facebook baik berupa tulisan, foto, video bahkan undangan pun melalui facebook. Kemudian muncul juga media sosial yang meracuni dunia maya yaitu twitter. Masyarakat tidak susah-susah lagi memberikan aspirasi dan komentar tentang apapun yang terjadi di dunia saat ini, semua bisa di tulis di twitter. Beberapa media sosial tersebut dapat merubah sikap dan pikiran masyarakat yang menggunakannya. Baik dari segi positif maupun negatif.

Masyarakat di suatu negara harus mengalami perubahan sosial karena setiap negara akan terus mengalami perubahan dalam bidang apapun. Setiap tahunnya penduduk dalam suatu negara terus bertambah, keadaan letak geografis dari suatu negara pun dapat berubah dan sebagainya. Sehingga untuk menyesuaikan masyarakat dengan perkembangan zaman harus mengalami perubahan sosial menuju hal yang positif. Contohnya semakin kesini persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) semakin terbatas, maka pemerintah menyampaikan pesan melalui media iklan kepada masyarakat untuk mulai menghemat BBM, maka masyarakat pun harus mengalami perubahan sosial untuk mengubah perilaku mereka dengan menghemat BBM. Sedangkan perubahan sosial menuju hal yang negatif harus dihilangkan. Salah satu perubahan sosial yang negatif adalah dimana budaya yang ada di suatu negara tersebut menjadi hilang karena adanya pengaruh budaya dari negara lain, contoh: gadis-gadis desa di Indonesia biasanya selalu menggunakan pakaian yang sopan atau tertutup bila ke luar rumah, akan tetapi karena pengaruh budaya barat dari media Televisi maka gadis-gadis desa itu pun mengikuti cara berpakaian dari budaya barat tersebut.

Peran media sosial sangat berpengaruh terhadap perubahan sosial. Pertama, peran media sosial dapat merubah sistem perilaku masyarakat. Salah satu peran media sosial seperti twitter dan facebook dapat merubah perilaku dan sistem demokrasi dalam menyampaikan aspirasi dan perspektif yang dilakukan oleh masyarakat. Dilihat pada masa lampau, masyarakat masih menggunakan teknik yang sederhana dalam hal mengungkapkan aspirasi mereka terhadap tindakan pemerintah seperti mengirim surat dan berunjuk rasa. Sedangkan dilihat pada masa kini, masyarakat dapat mengungkapkan aspirasi dan perspektif kepada pemerintah dengan melalui twitter dan facebook. Hal tersebut menggambarkan peran media sosial yang dapat mempengaruhi perubahan sosial dalam masyarakat. Kedua, peran media sosial terhadap perubahan sosial dapat memberikan wawasan yang banyak kepada masyarakat. Salah satu contohnya, dengan adanya penyiaran televisi, radio, dan media internet yang memberikan informasi, masyarakat dapat mengetahui berita-berita yang baru terjadi. Ketiga, peran media sosial dapat merubah pemikiran atau pandangan masyarakat. Salah satu contohnya pada zaman pemerintahan Soeharto, masyarakat Indonesia sering menyaksikan penyiaran melalui televisi maupun radio mengenai kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI). Dengan adanya penyiaran tersebut, maka pemikiran atau pandangan masyarakat terhadap PKI menjadi negatif, yaitu berpandangan bahwa para komunis itu kejam dan tidak berperikemanusiaan. Contoh lain, pada zaman sekarang media sosial menjadi sarana untuk melakukan kampanye yang dilakukan oleh para partai. Di dalam media sosial tersebut, para partai berlomba-lomba memperlihatkan kebaikan-kebaikan yang mereka lakukan agar merubah pola pikir masyarakat terhadap mereka menjadi positif.

Selain media televisi dan internet, juga ada media cetak yang mempengaruhi perubahan sosial seperti koran dan majalah. Neil Postman (1985) berpendapat bahwa masyarakat yang berbasis media cetak (masyarakat Amerika abad 18 hingga 19) termotivasi untuk rasional, serius dan koheren dalam cara berpikir dan isu tentang wacana publik. Membaca membentuk pemikiran yang analitis, logis dan jelas, dan kondisi itu berubah sejak kemunculan televise (Croteau 1997, 268). Media cetak yang masih digemari oleh beberapa kalangan masyarakat tidak meruntuhkan semangat baca dan untuk mendapatkan informasi dari fenomena yang terjadi disaat itu. Kelebihan dari membaca media cetak, masyarakat lebih bisa mengkokulasikan pemikiran mereka sendiri pada setiap berita dan informasi yang ditulis. Dengan begitu pembaca akan lebih realistis , analisitis dan logis. Berbeda dengan media televisi, yang langsung menyampaikan pesan dan informasi secara kompleks kepada publik. Kuatnya pengaruh televisi terhadap lingkungan sosial membuat banyak perubahan yang terjadi pada lingkungan social.

Perubahan tentunya mendapat respon yang beragam, seperti dikritisi maupun ditanggapi dengan baik dan buruk. Tentunya sebuah masyarakat tidak begitu saja menerima hal-hal yang berasal dari luar, tetapi memiliki cara dan mekanisme tertentu melalui nilai-nilai dan norma-norma tradisi budaya dalam menanggapi perubahan yang terjadi pada mereka. Peran pemerintah dan lembaga-lembaga yang sangat besar sehendaknya mampu mengantisipasi berbagai perkembangan masyarakat untuk berubah ke arah yang lebih baik.

Daftar Pustaka

Croteau, David and William Hoynes. 1997. Media/Society: Industries, images, and audiences. United States: Pine Forge Press

Soerjono Soekant, 1981. Fungsi Hukum dan Perubahan Sosial. Bandung: Alumni.

CALENDAR

December 2017
M T W T F S S
« Jun    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

ARTIKEL

Archives